"Relasi mahasiswa dengan lingkungannya semakin berubah, di mana kelompok diskusi bukan lagi terfokus mengenai persoalan kemiskinan, ketidakadilan, atau demokrasi, melainkan pada gerakan-gerakan dakwah atau keagaman di dalam kampus. Di satu sisi sebagian besar mahasiswa semakin sadar tentang hubungan antara aktivitas keilmuan dan keagamaan. Namun di sisi lain mereka kurang menyelami realitas sosial ekonomi di luar kampus."
— Ikrar Nusa Bhakti dalam Soe Hok-Gie…sekali lagi
"Setiap orang menyimpan kenangannya sendiri-sendiri tentang tempat yang pernah memberi arti hidup mereka. Termasuk kampus yang mendidik mereka menjadi sarjana."

Merry Riana dalam Mimpi Sejuta Dolar

(..aku berharap semoga kampusku sekarang, juga akan menjadi kenangan indah bagi hidupku, menjadi saksi atas perjuangan mencapai kesuksesan, mewujudkan harapan, cita-cita, dan mungkin CINTA :)

Aku benar-benar merasakan ini..

Mahasiswa itu memang seharusnya pembelajar di segala tempat,

akan sangat rugi ketika kita hanya berorientasi nilai, berorientasi mendapat ijazah,

Karena passion yang paling banyak bisa kita rasakan saat menjadi mahasiswa adalah prosesnya, menjadi aktivis, critical thinking, dan academic elite.

dan mendapat IPK bagus itu hanya bonus!! bagi mereka yang bisa memenej waktu dan diri yang lebih baik antara academic di dalam kelas serta pembangunan softskill di luar kelas.

Ciri negara miskin: fakultas yg dianggap mudah cari kerja, banyak mahasiswanya #1 

Kuliah cuma untuk kerja, bukan untuk ilmu, adalah proses pemiskinan #2

Akhirnya akan ada kerja tanpa ilmu #3

Akhirnya kerja lebih dihargai daripada ilmu #4

Kampus, institut, akademi, yang cuma menawarkan lowongan kerja tapi tidak menawarkan ilmu, adalah institusi rendah diri #5

Akhirnya, banyak orang bekerja tidak dengan bekal ilmunya. Dan itu bukan bekerja. Itu kerja paksa #6

Akhirnya sebuah masyarakat bukan menjadi sekumpulan pribadi tetapi sekadar kerumunan #7

Masyarakat yang cuma bisa berkerumun tapi tak bisa mempribadi adalah masyarakat yang astaga #8

Lalu akan terbentuklah masyarakat tanpa kepribadian #9

Lalu semuanya akan tanpa pribadi: pasar, bangunan, mall, kesenian, politik, birokrasi, bahkan kepemimpinan #10

disadur dari akun FB mas Kurniawan Wahid Presiden BEM FISIP UNS Kabinet Intelektual